Ngopi di Bandung …

Cafe di Bandung jumlahnya tak terhitung, tapi cafe dengan atmosfir dan pemandangan kota Bandung biasanya hanya berlokasi dibeberapa tempat tertentu seperti di kawasan Dago. Tempat ini merupakan salah satu kawasan elit kota Bandung yang sudah sesak dipenuhi pemukiman mewah dan beragam cafe dan resto tempat nongkrong anak2 muda. Tidak sulit mencapai lokasinya, anda tinggal menyusuri jalan Ir. H. Djuanda hingga terminal angkot Dago dan beberapa ratus meter ke atas sudah banyak lokasi cafe yang bisa dikunjungi. Kali ini saya ingin berbagi beberapa tempat ngopi yang pernah saya kunjungi saat menghabiskan akhir pekan di kampung halaman sendiri.


Sebelum menuju ke kawasan Dago, para penikmat kopi bisa mencicipi minuman ini di Morning Glory, sebuah cafe sekaligus resto yang beralamat di Setrasari Mall kavling C2/31, telepon 022 2008301, kawasan pemukiman Setrasari, masih di Bandung Utara. Morning Glory melakukan sendiri proses roasting kopinya, sebuah indikasi awal sebuah rumah kopi serius. Cafenya berbentuk ruko, namun di bagian belakangnya terdapat halaman yang cukup luas untuk para pengunjung dengan kapasitas tempat duduk sekitar 50an orang. Kalau ingin mencicipi kopi luwak, mereka menyediakan jenis kopi yang dimakan oleh sang musang ini dengan harga per gelas dibanderol seharga 150 ribu.

Harga kopi termurah berkisar 17 ribuan untuk secangkir kopi hitam dan 27.500 untuk segelas flat white, selain kopi luwak tentunya. Penikmat kopi serius akan merasakan aroma kehangatan kopi di tempat yang punya barista handal untuk membuat hiasan angsa di minuman latte anda.


Sekarang kita lanjutkan perjalanan ke Lisung, sebuah tempat ditebing kawasan Dago dimana anda bisa melihat hamparan kerlip lampu kota Bandung di malam hari. Romantis tentu saja bagi yang punya pasangan, kalau bagi saya sih masanya sudah lewat dan cukup puas ditemani karib Chandra Kurnia teman ngopi kalau saya berada di kota Bandung.

Resto ini sangat luas, walau sayang parkir kendaraan agar berdesak tertutama di akhir pekan. Beralamat di jalan Bukit Pakar Timur 111, dengan nomor telpon (022) 9127 9383, jaga2 jika anda ingin mengetahui lokasi tepatnya bagi yang baru pertama kali ke sini. Menggunakan konsep interior etnik yang kental, Lisung menyebut dirinya sebagai the horizon resto karena pemadangan lepas ke kota Bandung. Cobalah minuman “Just 2 of Us” salah satu minuman jagoan mereka yang terdiri dari espresso, coklat, dan es krim vanila dengan harga 18.000.


Sama dengan Lisung, kita juga bisa melihat kerlip kota Bandung saat malam hari di Kopi Ireng yang beralamat di Bukit Pakar Timur, Ciburial, 1 dengan nomor telepon 022 2531074. Ini cafe sekaligus resto, jadi mereka juga menyediakan berbagai jenis makanan selain kopi tentunya dengan harga relatif tidak mahal. Di desain dengan interior etnik dari kayu membuat cafe ini tempat yang cocok bagi para pengunjung yang menyenangi atmosfir tradisional dengan secangkir kopi panas sambil menikmati dinginnya kota Bandung. Kopi Ireng menggunakan kopi Illy, salah satu produsen kopi terkemuka di dunia dari Italia, jadi tidak perlu saya jelaskan lagi bagaimana rasanya. Jangan khawatir kekurangan tempat duduk karena Kopi Ireng menyediakan ruang luas dua lantai yang bisa menampung banyak pengunjung.

ireng

chiken

Konsep cafe modern di Congo Cafe tempatnya karena selain minuman kopi anda akan dimanjakan dengan sajian kuliner khas resto dengan makanan lokal dan Barat, dari mulai spaghetti, chiken cordon blue, steak, hingga sop buntut. Lokasinya di jalan, Rancakendal Luhur no.8 (022-2531065) yang menempati lahan terbesar di antara semua cafe di sini.

congo

Harga menu kopi berkisar antara 15 ribuan untuk secangkir Cappuccino, tapi anda bisa juga mencova minuman Song of India seharga 29 ribu. Ini minuman favorit saya yang terdiri espresso, coklat, rhum, dan diberi hiasan whipped cream selain Brazillian Ice Coffee, atau Tozka (kopi dengan peppermint)

Terakhir, jangan lupa bawa jaket, sweater, atau mantel hangat bagi yang tidak terbiasa dengan udara Bandung Utara yang sering membuat badan agak ngagibrig kata orang Sunda atau menggigil. Menikmati secangkir kopi panas di tengah udara sejuk kota Bandung … rasanya sudah cukup mengusir kepenatan sambil menikmati pemandangan kota Bandung yang semakin hiruk pikuk itu.

Jadi, mau ngopi di mana di kota Bandung ?

6 Responses to “Ngopi di Bandung …”


  1. 1 Amaly January 2, 2010 at 5:23 PM

    Mantap!!!!!

  2. 2 CumyCute January 5, 2010 at 4:52 PM

    Ulasan yang menarik. Coba di Bogor juga dong Pak Toni,, saya yang sementara ini mukim di Bogor sebenernya juga pernah beberapa kali nyobain, tapi emang dasar lidah pemula, jadi nggak bisa bedain kopi yang mantap atau yang nggak…

    Salam kenal🙂

    Salam kenal juga …🙂
    Sebenarnya saya juga gak ngerti2 amat tentang rasa kopi, yang penting mantap pasti diseruput🙂
    Di tunggu rekemondasi tempat nongkrong di Bogor, siapa tahu kita bisa ngupi bareng.
    Salam.

  3. 3 don dendron January 8, 2010 at 11:51 PM

    wah…bandung banyak bener kafe kopinya….*ngiler*

    Masih ada lagi, tungguin ya🙂

  4. 4 Aji January 17, 2010 at 10:28 PM

    dingin-dingin, kopi panas, pemandangan lampu kota, “what a wonderfull world”🙂

  5. 5 dian January 21, 2010 at 7:48 AM

    mantabbb…surantabbb…..ajib dah…hidup kopi…

  6. 6 nurind February 9, 2010 at 9:37 PM

    Wah wah..
    Saya nge-kost di dago atas malah ngga tau ada kafe2 oke di Bandung Utara..
    Salam kenal ya, Pak^^d


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: