Mira : Kopi Sumatera itu seperti pria atletis

Berbincanglah dengan Mira Yudhawati (27th), dan anda akan memasuki dunia kopi yang begitu menakjubkan dari seorang perempuan yang bisa dengan mudah membedakan sebuah cita rasa kopi.  Banyak kalangan perempuan yang tertarik dan terjun dalam bisnis kopi, tapi hanya sedikit yang mempunyai profesi Q-Grader, atau ahli perasa dan pencium kopi yang punya sertifikasi dan diakui di dunia internasional. Seorang Mira seakan sebuah keterwakilan peran perempuan dalam sebuah profesi yang banyak diisi para pria sekaligus melawan pakem bahwa maskulinitas sering diidentikan dengan dunia kopi.

Baginya adalah sebuah kenikmatan yang sukar dilukiskan untuk menggambarkan pekerjaan yang sudah lima tahun ia tekuni. Saat ini bekerja di salah satu   perusahaan pemasok kopi di kawasan Kemang Jakarta sebagai senior sales. Inilah perbincangan lengkapnya dengan perempuan lajang yang sebelumnya juga pernah berakarir di bidang yang sama.

Cikopi (C) : Apa sih latar belakang terjun ke dunia kopi khususnya jadi Q-Grader ?
Mira (M) : Saya suka kopi sejak remaja, awalnya hanya kopi2 instant saja dan baru mendalami semenjak terjun di bisnis kopi kurang lebih sudah 5 tahun. Latar belakang terjun jadi cupper atau ahli penilai rasa dan aroma kopi awalnya karena penasaran saja. Pertama mendengar istilah Q-Grader (ahli pencinta rasa kopi yg telah tersertifikasi Q – yand dikeluarkan oleh SCAA (Specialty Coffee Asociation of America) kedengarannya keren aja, lalu saya mencoba dan akhirnya lulus sbg Q-Grader adalah suatu kebanggaan sendiri. Apalagi profesi sebagai Cupper ini sangat jarang bukan saja untuk perempuan tetapi juga profesi yang cukup langka di Indonesia maupun di dunia. (catatan:  SCAA adalah  sebuah organisasi tempat bernaung orang2 yang bergerak dalam industri kopi dan mempunyai wewenang untuk mengeluarkan standard dari mulai penanaman kopi, roasting, hingga cara membuat kopi)

C: Apa kualifikasi seorang cupper yang bersifikasi Q-Grader ?
M: Keahlian khusus untuk jadi cupper sebenarnya hanya kesensitifan akan dua indra yaitu penciuman dan perasa saja. Selebihnya adalah rutinitas meng-cupping Karena percuma kalau kita sudah menjadi seorang cupper tapi tidak sering melakukan cupping maka akan menjadi tidak standard lagi. Lama tidak belajarnya kembali lagi kepada kebiasaan kita apakah rutin melakukan cupping.

C: Sekarang sepertinya ada kecenderungan orang bangga menikmati kopi dari luar negeri. Sebenarnya bagaimana sih kualitas kopi dari negeri kita ?
M: sekarang ini memang banyak orang yang bangga dengan meminum kopi luar, hanya karena merek dan gaya hidup. Padahal kalau kita coba perhatikan kopi Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah bagus. Memiliki jenis dan karakter yang beragam. Hanya saja memang promosi kopi Indonesia di Indonesia sendiri maupun di dunia masih kurang. Padahal banyak sekali yang bisa kita banggakan seperti baru-baru ini kopi Indonesia masuk dalam 10 besar dalam kontes coffee dunia (cup of excellent) bisa dilihat di link Rainforest Alliance.

C: Banyak yang beranggapan bahwa kopi jenis arabica adalah yang terbaik. benarkah asumsi itu ? Lalu bagaimana dengan robusta yang seolah dianaktirikan ?
M: Asumsi bahwa arabika yang terbaik mungkin dikarenakan oleh karakteristik arabika yang sangat menarik dan lebih menonjol. Juga karena kandungan kafein pada arabika yang sedikit, dibandingkan dengan robusta yang mengandung kafein bisa dua kali lipat dari arabika

Selain itu mengapa arabika dianggap lebih spesial karena tanaman kopi jenis arabika jauh lebih sulit untuk di tanam dan dirawat karena sangat mudah terkena hama dan hanya dapat tumbuh di dataran tinggi. Berbeda dengan robusta yang dapat tumbuh dimana saja baik di dataran rendah  maupun dataran tinggi dengan ketahanan tinggi terhadap serangan hama. Dikatakan bahwa robusta dianak tirikan tidak juga karena masing2 kopi memiliki pasar sendiri2, seperti robusta banyak digunakan untuk produksi kopi instant juga sebagai campuran atau blend. Dan kembali lagi bahwa kopi itu selera, jadi semua penilaian ada di si peminum.

C: Bagaimana cara menyeduh kopi yang benar bagi yang tidak menggunakan mesin espresso di rumah ?
M: Cara membuat kopi dirumah tanpa menggunakan mesin sebagai berikut : pertama, tuang 7 gram (2 sendok teh) kopi bubuk kedalam cangkir. Seduh dengan air sebanyak 180 ml (6oz). Suhu air kurang lebih 95-90 derajat celcius. Tipsnya jangan menggunakan air yang baru saja mendidih, tapi diamkan sebentar kurang lebih satu menit. Biarkan selama 4 menit baru kemudian diaduk dan nikmati setelah ampasnya turun. Saran lain sebaiknya kopi disimpan dalam bentuk biji, dan digiling pada saat akan dikonsumsi saja. Karena menyimpan kopi dalam bentuk bubuk akan membuat aroma kopi cepat hilang.

C: Lalu bagaimana cara menyimpan kopi yang benar agar aroma dan rasanya tetap terjaga ?
M: Menyimpan kopi baiknya di kemasan kedap udara dengan one way oxygen valve (yaitu alat yg dapat mengeluarkan udara tapi udara luar tidak dapat masuk sehingga CO2 dapat keluar tapi juga tetap menjaga kelembaban dan oksigen di dalam). Pastikan simpan ditempat kering dengan temperature suhu kamar. Sebenarnya tidak apa2 juga disimpan di dalam freezer akan tetapi baiknya dalam jumlah sedikit jadi begitu buka langsung giling semua dan untuk satu kali konsumsi sehingga tidak ada sisa yang kemudian dimasukan lagi kedalam freezer sehingga buka tutup kemasan menyebabkan aroma hilang dan akan mudah kemasukan air.

C: Sekarang ini apa kopi favorite-nya dan kenapa ?
M: Saya paling suka coffee arabika dari Sumatera terutama Mandheling, karena saya sangat suka karakternya yang begitu kaya dan kompleks dengan aroma yang menarik : spicy dengan sedikit chocolate dan caramel. Untuk rasa kopi ini punya karakter : sweet chocolate dan sedikit fruity, kekentalan medium to bold serta tingkat keasaman seperti citrus, seperti  asam buah2an. Jadi benar2 komplit, bagaikan  memandang pria dengan fisik yang atletis dan memiliki kecerdasan dan inner yang ok..katanya sambil tertawa.

C: Banyak email yang menanyakan kepada saya cara membuka cafe. Apa sih rahasianya supaya bisnis ini berhasil ?
M: Tips untuk membuka café/coffee shop sebaiknya pemilik harus mengerti betul bisnis yang akan dijalankan. Misalnya benar2 mengenal kopi dengan segala kelebihan2nya. Jangan hanya karena ingin ikut2an saja. Karena kualitas yang akan tetap menjadi penentu café/coffee shop tersebut akan disukai/tidak oleh customer. Selain itu harus pintar membaca pasar sehingga bisa menempatkan produk yang tepat di lokasi  yang tepat juga.

Pembicaraan dengan perempuan yang tahun depan akan segera melepas masa lajangnya harus diakhiri karena ia harus mengikuti rapat di kantornya. Satu hal, boleh jadi minuman kopi yang sering anda nikmati adalah hasil cupping dari Mira Yudhawati yang sudah menguji kopi dari banyak perusahaan besar di Indonesia.

* * * * *

17 Responses to “Mira : Kopi Sumatera itu seperti pria atletis”


  1. 2 fitri December 5, 2009 at 5:34 AM

    waaah.. profesi yang jarang2 dan keren..!! jadi inget tayangan Travel Channel saat Andrew ketemu sama Q-Grader.😀

  2. 3 Uda Opal December 6, 2009 at 1:17 PM

    Cie cie cieee…spt pria dengan tubuh yang atletis dan smart, jadi kalo kopi laen apa dong bu…apkh spt seorag pria dengan tubuh pendek, item, bulet dan sedikit idup..????? hehehee. btw jgn lp undangannya ya.???

  3. 4 Pipit Opal December 7, 2009 at 9:58 AM

    keren banget, jarang bgt emang cw yg bisa jd q grader…saluut…

  4. 5 Evi Opal December 7, 2009 at 10:11 AM

    Wahhhh..jeng Mira Yudhawati HEBAT PISAN EUY…
    gw jd bangga bs berteman dgn wanita SUPER spt Mira..hehehe..
    Sukses terus y Minul…

  5. 6 Lili December 7, 2009 at 10:25 AM

    “Wahh..Mas Toni liputan yg Keren.”

  6. 8 Dwi Tjipto December 9, 2009 at 7:29 PM

    teruskan karirmu dik….

  7. 9 Ali December 10, 2009 at 1:24 PM

    kalau sukses inget suhu dong…….bisi kuwalat maneh….

    • 10 mira December 11, 2009 at 4:23 PM

      hehehe..Pak Ali, apa kabar?? iya nih suhu nya jauh sih panas lagi di sby. maksiiih paakk.. thx for ur support!! sukses berkat mas Toni wahid tuh yg mengemasnya menjadi top! hehe..

      -mira-

      Hits tertinggi di blog ini ya, Mira🙂 Inspiring profession too …

  8. 11 Boran December 11, 2009 at 11:03 PM

    Mba Mira dmn nih? Sby ya… Boleh donk share sama kita. Hehehe!! Saya baristanya Rollaas Cafe PTPN 12 nih…. Sapa tau bisa berguru.:D

    Di Jakarta tuh Mas …🙂 Kapan2 saya pengen maen ke PTP XII, boleh kan ?

  9. 13 agoest December 21, 2009 at 1:00 AM

    Fantastis,fenomenal,berimbang,factual…RRRRRRUUUUUAAARR BIASA..

  10. 14 Genta Perdana December 23, 2009 at 2:15 AM

    Hallllooo/…. Jeng Mira…

    hihihi.. pa kabarnya nih, dah lama kita gak bersua, makin exsist aja di dunia hitam perkopian,.. salut deh makin sukses kayaknya dikau… ya udah, salam hangat dari semua temen2 di djogjakartahadiningrat…

    Salam hangat,

    Genta Perdana, dan rekan

  11. 15 demas December 30, 2009 at 4:30 PM

    mbakkk miraaa……….

  12. 16 uji sapitu January 18, 2010 at 3:49 PM

    Sekali lagi…kopi memang selalu bisa dihadirkan dalam ragam bahasa…mantap selalu.Trims Bung liputannya…

  13. 17 Prima August 21, 2010 at 5:24 PM

    Very inspiring… Bravo coffee lovers ^_^ Lam kenal mbak mira


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: