Kopi rang Aceh : Ulee Kareng

Yang suka kopi pekat bisa mencoba kopi kiriman dari sobat saya Mas Edwin. Kopi Aceh bisa dinikmati di kedai2 kopi yang bertebaran hingga pulau Sabang sebuah kultur yang juga melekat di masyarat Melayu dan Cina dengan kopi Tiam (Singapura) dan Kopi O (Malaysia).

Indonesia terutama Aceh adalah produsen kopi yang kaya tersebar dari pegunungan Gayo (Arabica), Ulee Kareng (Robusta) selain kopi dari kawasan Mandheling, Lintong (Sumatra Utara), hingga Pagar Alam (Sumatera Selatan). Sayangnya, nama kopi Gayo sudah dicayut namanya oleh pengusaha Belanda dan sekarang belum ada kelanjutan tindakan dari pemerintah RI mengenai hal ini.

Menurut laporan UNDP, saat ini terdapat kira2 84 ribu hektar perkebunan kopi, namun 10% nya berupa lahan yang tidak produktif dan harus segera diremajakan selain 13 ribu hektar lagi yang terbengkalai akibat konflik perang saudara. Akibat terlalu banyaknya middle man yang membuat harga kopi dari petani tidak kompetitif, banyak para pemilik lahan yang patah arah dalam berbisnis kopi hingga produksi terus merosot.

Kalau anda berminat mencicipi rasa kopi ini bisa langsung mengunjungi websitenya di http://edwin.maolana.web.id/ atau http://www.uleekareng.com/. He3x, salah satu tujuan blog kopi ini adalah mempromosikan kopi kita sendiri sebagai bentuk penghargaan bagi para petani kopi Indonesia yang nasibnya belum semaju rekan2nya di negara lain.

Saya sudah mencicipi kopi ini dan sebagaimana salah satu karakteristik kopi robusta, kopi Ulee Kareng adalah kopi yang full body dan rendah acidity-nya. Siapkan indera perasa anda karena sekali lagi ini bukan kopi yang ringan sebagaimana kopi dari warung yang biasa kita beli. Memang nama kopi ini belum sepopuler merek kopi2 lain, tapi kopi Aceh merupakan salah satu produk premium di pasaran kopi dunia untuk di blend dengan kopi dari negara2 lain.

Salah satu karakteristik lain dari kopi Ulee Kareng adalah warnanya yang sangat pekat. Gunakan French Press yang berkualitas untuk menyaring ampasnya dan nikmati segelas black devil dari wilayah nun jauh di Barat sana. Aceh.

Mas Edwin, terima kasih kopinya ya. Salam.

* * * * *

Sumber bacaan lain : Tea & Coffee Asia

6 Responses to “Kopi rang Aceh : Ulee Kareng”


  1. 1 Edwin Maolana June 26, 2008 at 7:37 PM

    Wah.. Mas terima kasih berat, telah mempromosikan kopi Ulee Kareng nya nih. Nanti pas ketemuan pecinta kopi saya bawain yang Arabicanya buat dicicipi.

    My pleasure Mas. Selamat berbisnis ya …😀

  2. 2 winbathin July 17, 2008 at 1:55 PM

    Hehehe kopi ule kareng memang selalu mengundang “nafsu” untuk terus menikmatinya…………

    Setuju😀

  3. 3 ichi August 15, 2008 at 4:55 PM

    Yes… kopi aceh is the best. Kalo pengalaman saya sih, satu gelas kopi aceh baru bisa diabisin setelah berjam-jam ngobrol. Kalah lah gerai kopi waralaba😀.

  4. 4 mamad October 16, 2008 at 4:05 AM

    awas jangan banyakan ngopi, apalagi kena Kopi ule kareng tu… ntar ngak bisa tidur.. salam buat semua pecinta Kopi …

  5. 5 prasetyo Roem June 28, 2009 at 8:20 PM

    toko yang jual di jakarta di mana?

  6. 6 mauril ikhsan November 10, 2009 at 12:35 AM

    wuahhh… kopi ulee kareng…?!!!
    itu kopi kesukaan aq banget..
    ju2r… semenjak aq di racuni sm kopi uleekareng..
    kyknya kopi segala kopi dimanapun udh gak lewat di tenggorokan..!!
    mau 3-4 kali jg kyknya kopi uleek kareng ttp aja minta balik buat minum lg..
    pokoknya top deh…!! kuphi ulee kareng..!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: