Espresso : Dengan atau tanpa gula ?

Adding sugar to the espresso is an accepted practice in Italy, and there is no shame in adding sugar to your beverage. But a truly great espresso is a joy to drink without any additives. You can then taste and appreciate the essence of the espresso more completely. (1stincoffee.com)

Saya selalu ditanya apakah boleh menambahkan gula ke espresso ? Saya kira jawaban di atas bisa membantu pembaca untuk memutuskan apakah mau atau tidak memberi sedikit pemanis dalam minuman espresso kita. Tidak ada aturan baku yang menyebutkan bahwa kalau anda minum espresso “haram” menambahkan gula.

Espresso bisa dinikmati dengan berbagai cara sesuai selera orang sebagaimana diskusi dalam situs kaffe.net. Oh ya, orang Kuba menyebutnya Cafe Tinto (cuban espresso) untuk espresso yang ditambah dengan gula. Namun terlepas dari perdebatan ini, espresso adalah minuman yang harus dinikmati secara cepat dan bukan casual sip seperti kopi biasa. Biasanya orang Itali menghabiskannya dalam tiga teguk, dan seringkali diminum sambil berdiri di cafe2 cepat saji pinggir jalan.

So, enjoy dengan cara anda, dan jangan pernah malu menambahkan gula, toh yang menikmati anda sendiri bukan orang lain.

Salam.

4 Responses to “Espresso : Dengan atau tanpa gula ?”


  1. 1 Edwin Maolana June 22, 2008 at 8:25 PM

    Saya belum pernah mencoba Espresso dengan tambahan gula. Tapi saya lebih memilih tanpa gula karena lebih sehat menurut saya.

    He he he, yang sudah ketagihan espresso. Posting kopi Ulee Kareng-nya baru beredar Mas. Sorry agak lama karena keasyikan minum kopi pekat ini. Salam😀

  2. 2 andiesummerkiss June 23, 2008 at 3:56 PM

    I think it’s very difficult to drink coffee without sugar. My husband does that. He thinks sugar is the root of all evil.

    But .. I think it all comes down to personal preference … slight hint of sweetness does complement the bitterness and tanginess of certain type of beans

    Yes Andie, it doesn’t mean we are sacrifice the essence of espreeso by adding the sugar. I do that too without stirring it and created the sweet layer on the bottom of the cup. So, it’s up to personal preferences as you said.🙂

  3. 3 Liu M W May 4, 2009 at 10:33 PM

    Hi Guys,

    I’m from Kuala Lumpur, Malaysia. A friend brought me 250g Casewell’s Sumatra Lintong beans roasted In January, 2009 and I found it to be very good and fresh. It’s very difficult to find freshly roasted beans here. Unfortunately my friend forgotten the price. Any idea what’s the price for that single origin and Casewell’s Expresso blend also. Apart from Casewell, is there any other good coffee beans in Jakarta? lastly, any indonesian blog on coffee which is in English? I can’t read Bahasa Indonesian.

  4. 4 agoyyoga May 5, 2009 at 1:28 PM

    Espresso yang didiamkan terlalu lama, rasanya sudah tak asyik lagi. Paling pas, diteguk langsung sekaligus, tapi demi rasa sopan santun, saya terpaksa menghabiskannya dalam tiga tegukan. Tanpa gula lebih asyik.

    Sesuai dengan istilahnya dari kata express, artinya cepat, ya diminum dengan cepat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: